Majalah desain
Majalah desain
Desain Interior Restoran

Love Veggie

Desain Interior Restoran Love Veggie adalah interior restoran vegetarian yang berlokasi di Makau, dengan luas sekitar 350 meter persegi. Desain ini menghadirkan tradisi lokal yang terkenal ke dalam suasana kontemporer. Konsepnya terinspirasi dari bunga teratai, sebuah bentuk yang erat kaitannya dengan agama Buddha. Citra teratai diterjemahkan ke dalam material, pola, dan bentuk. Logam berwarna emas dengan potongan laser menciptakan pola teratai, sementara pelapis biru yang halus dan veneer kayu menambahkan karakter alami serta elegan. Lampu khusus yang dibuat secara custom menjadi elemen utama ruang. Interior ini dirancang untuk menghadirkan atmosfer yang tenang.

Lampu Gantung

Frozen

Lampu Gantung Frozen adalah lampu gantung yang terinspirasi oleh lanskap dan hutan di kawasan utara. Kap kacanya dibuat berdasarkan potongan sebatang pohon yang dipindai secara tiga dimensi dan disempurnakan melalui perangkat lunak sehingga pola kayunya tampak lebih tegas dan pantulan cahayanya lebih kaya. Kap lampu dibuat dari kaca cor dengan pilihan hasil akhir transparan, berwarna hijau-biru, serta putih matte yang mengingatkan pada pemandangan musim dingin. Lubang untuk bohlam G4 yang dapat diganti dibuat matte, sehingga bohlam tetap tersembunyi dan cahayanya terasa lembut. Pengikat logam ramping berlapis kuningan menopang kaca berbentuk silinder tersebut.

Anting

Love Eternity

Anting Love Eternity adalah sepasang anting yang dirancang untuk mengekspresikan sifat cinta yang abadi. Setiap anting terdiri dari dua bagian, yaitu bezel yang memegang sebuah batu rubi dan elemen gantung berbentuk spiral. Bezel tersebut memiliki saluran tempat spiral tergantung, sehingga memungkinkan gerakan seperti pendulum saat dikenakan. Barisan diamond dan emas yang tersusun bergantian membentuk dua untaian yang berpilin menjadi satu dan mengalir dalam alur spiral. Anting ini dibuat dari emas kuning solid 14K, dua batu rubi hasil laboratorium berbentuk bundar berukuran 3 milimeter masing-masing, serta sekitar 558 diamond potongan bundar. Proses produksinya meliputi pemodelan komputer, pencetakan 3D, pengecoran lost-wax, dan pemasangan batu.

Kampus Universitas

Aum

Kampus Universitas AUM British Building adalah kampus universitas yang diciptakan di dalam sebuah bangunan warisan abad ke-19 di Senglea. Bangunan ini mengalami kerusakan berat selama Perang Dunia Kedua dan kemudian terbengkalai. Jalinan historis bangunan direstorasi dengan cermat, dan strukturnya direhabilitasi untuk penggunaan kontemporer. Kampus ini memuat ruang-ruang kelas, laboratorium, kantor, perpustakaan, taman internal, serta kafetaria yang tetap terbuka untuk publik. Material kontemporer dipilih agar tampak jelas berbeda secara visual dari jalinan aslinya. Instalasi utilitas yang dibiarkan terekspos dan balok baja berpaku keling menghadirkan kembali kenangan akan masa lalu industrial.

Kursi Gaming

Hybrid M

Kursi Gaming Hybrid M adalah kursi gaming dengan fungsi pijat bawaan. Modul pijat ditempatkan di dalam rangka dudukan dan tertarik ke bagian bawah saat tidak digunakan, sehingga profilnya tetap tipis. Power bank yang dapat dipasang menyediakan pijatan hingga 30 menit tanpa kabel, dan pijatan dapat terus berlangsung selama pengisian daya. Kursi ini menggunakan busa cold-molded dan kain mesh untuk kenyamanan serta sirkulasi udara. Kekuatan pijatan, penghangat, dan teknik pijat diatur melalui aplikasi atau tuas kontrol pada sandaran tangan. Penyangga lumbar magnetik dan sandaran kepala yang dapat disesuaikan turut disertakan.

Buku Teks

History Flows as One

Buku Teks History Flows As One adalah buku teks sejarah Korea untuk sekolah menengah atas. Desainnya dibagi menjadi dua buku, buku pertama menampilkan kehidupan sehari-hari di masa lalu dan buku kedua menampilkan masa kini. Setiap sampul menghadirkan sosok dari era yang berbeda yang berjalan ke arah satu sama lain, sementara seekor anjing menghubungkan kedua adegan tersebut. Ketika diletakkan berdampingan, kedua sampul membentuk satu ilustrasi yang utuh. Sebagian dari karya seni tersebut diselesaikan dengan sentuhan gilding (pelapisan emas). Setiap buku berukuran 220 kali 280 kali 6 milimeter. Tujuannya adalah menghadirkan sejarah sebagai satu kisah yang berkesinambungan.